Saturday, July 8, 2017

Hati-Hati..!! Minum Teh Setelah Makan Ternyata Dapat Menyebabkan Hal Berikut...

Hati-Hati..!! Minum Teh Setelah Makan Ternyata Dapat Menyebabkan Hal Berikut...


Apa hal pertama kali yang kalian pikirkan tentang topik meminum teh sehabis makan? Apakah kalian cukup sering melakukan ‘ritual’ tersebut? Ternyata minum teh sesudah makan sangat tidak dianjurkan lho, simak penjelasan singkatnya!

Minum teh sehabis makan tentunya cukup digemari oleh sebagian besar orang, apalagi kalau dibikin es, makin seger tuh..heheh

Pertama-tama, perlu kita ketahui bahwa teh merupakan hasil dari pengeringan daun teh yang mengalami proses ‘fermentasi’ selama pengeringan tersebut berlangsung. 

Akan tetapi, kata fermentasi tersebut bukanlah suatu kata yang cukup tepat untuk digunakan, mengingat pemprosesan daun teh sendiri tidak menggunakan ragi sehingga tidak ada etanol yang terbentuk atau dihasilkan, seperti pada proses fermentasi kebanyakan. 

Dari beberapa pendapat, ditemukan bahwa kata fermentasi yang digunakan terkait dengan pengolahan daun teh tersebut merujuk pada ketidak-tepatan proses. Pemrosesan daun teh yang tidak benar memang dapat menimbulkan perkembangbiakan jamur sehingga daun teh yang ada mengalami fermentasi dengan jamur, dan oleh karenanya harus dibuang karena adanya unsur toksin serta karsinogen yang terbentuk.

Seperti yang kita tahu, terdapat banyak jenis teh di dunia ini, mulai dari yang murah hingga yang mahal, dari yang minim harumnya sampai yang menggiurkan aromanya. Teh Hijau, teh Oolong, teh Putih, teh merah/hitam, teh kuning, dan teh bunga merupakan sebagian kecil dari berbagai varietas teh yang ada. Teh sudah dikenal sejak berabad-abad lamanya.

Teh adalah salah satu minuman yang paling cukup sering dijadikan pilihan oleh masyarakat Indonesia. Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis teh yang sudah menjadi primadona yang dikenal oleh dunia. Sebagai informasi, Indonesia ternyata menduduki peringkat 5 besar dalam rangka menghasilkan teh. Woaahhh keren!


Oke, kita langsung bahas seputar fakta konsumsi teh aja ya


Teh cukup baik untuk dikonsumsi, terutama untuk metabolisme tubuh. Teh merupakan sumber alami zat bernama kafein (dikenal dengan stimulan) , teofilin dan antioksidan dengan kandungan lemak, karbohidrat, serta protein mendekati nol persen. 

Selain itu teh juga mengandung senyawa polifenol bernama tanin, dimana zat tanin ini mampu mengkelat (mengikat) zat besi (Fe) yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ketika seseorang meminum teh setelah makan, maka penyerapan zat gizi akan menjadi terhambat. Penghambatan ini sering terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi makanan sumber protein, dimana makanan dengan tinggi protein juga memiliki kandungan zat besi cukup tinggi pula.

Sehingga zat besi yang ada dalam sumber protein tersebut tidak terserap tubuh secara maksimal. Terjadinya proses absorpsi atau penyerapan zat besi dalam tubuh terdiri dari 3 fase, yaitu fase luminal, mukosal dan korporeal. 

Terhambatnya penyerapan ini besar kemungkinan terjadi pada fase mukosal, walaupun pada fase sebelumnya yaitu luminal, proses metabolisme atau kerja zat besi sudah mulai terganggu. Pada fase mukosal, terjadi proses absorpsi besi yang dilakukan oleh mukosa usus, dimana ion Fe yand tersedia sudah berbentuk ion Fero. 

Akan tetapi, apabila penyerapan tersebut terganggu, maka proses kompleks pengubahan ataupun pengangkutan zat besi tersebut tidak akan terbentuk sehingga absorpsi Fe oleh mukosa usus sangat minim.

Penghambatan terhadap absorpsi zat besi tersebut tidak boleh terjadi secara berkepanjangan karena dapat berdampak tidak baik bagi tubuh, terutama bagi penderita anemia yang mana memang diharuskan untuk memenuhi kebutuhan akan mineral besi agar mengurangi tingkat keparahan anemianya. 

Jika terjadi penghambatan absorpsi secra terus-menerus bisa dibayangkan dong bagaimana efek bagi tubuh itu sendiri. Jadi, diusahakan ya kalau setelah makan hindari minum teh, sebagai alternatif bisa minum air putih yang kaya manfaat atau bisa juga dengan es jeruk peras yang gak kalah seger dari es teh, hehe