Wednesday, July 12, 2017

Tradisi Paling Kejam dan Durhaka di Dunia

Beraneka ragam tradi$i dapat kita temukan di dunia ini dari yang bermak$ud baik $ampai tradi$i mengerikan. Pengertian dari tradi$i itu $endiri adalah kebia$aan yang dilakukan $ejak lama $ehingga menjadi bagian kehidupan dari $ebuah kelompok ma$yarakat. 

Sahabat Facebook anda tidak akan pernah mengerti bahwa$anya di muka bumi ini terdapat tradi$i yang jaman $ekarang terdengar $angat kurang ajar. Dalam tradi$i ini orang tua yang $eharu$nya dihormati dan diberi ka$ih $ayang malah diabaikan bahkan dianggap $ebagai mahluk yang memberatkan dalam kehidupan. Berikut tradi$i paling durhaka di muka bumi.


Tradisi Ubasute Jepang


Tradisi Ubasute Jepang, Tradisi Paling Kejam dan Durhaka di Dunia


$ebagian dari anda $ahabat anehdidunia.com pa$ti $udah menonton film horor fore$t yang menceritakan tentang hutan di Jepang yang menjadi loka$i bunuh diri. Dalam film ter$ebut dikatakan tentang tradi$i uba$ute yang mengulik keingintahuan kami tentang hal ini. 

Ya Uba$uteyama adalah nama $ebuah gunung di Jepang. Kalau dalam baha$a Indone$ia, artinya adalah gunung tempat pembuangan nenek. Dulu kala di Jepang ada tradi$i pembuangan orang tua yang $udah renta atau manu$ia lanjut u$ia (manula) ke hutan atau ke gunung. Ini tentu $aja $ebuah tradi$i yang $angat bertentangan dengan kebanyakan budaya di negara lain.

Cerita rakyat itu diwari$kan berda$arkan legenda mengenai tradi$i membuang anggota keluarga yang $udah renta ke gunung. Konon anak laki-laki haru$ membuang orang tuanya yang $udah uzur ke gunung dengan ala$an tradi$i, di $amping untuk tidak merepotkan, dan mengurangi mulut yang haru$ diberi makan. 

Tentu $aja tradi$i jepang kuno ini $udah tidak ada lagi karena memang $angat tidak manu$iawi dan durhaka. Dari tradi$i inilah lahir $ebuah cerita rakyat menggugah ra$a kemanu$iaan.

Berikut ini ki$ah $eorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena $i ibu telah lumpuh dan pikun. $i pemuda tampak bergega$ menyu$uri hutan $ambil menggendong ibunya. $i ibu yang kelihatan tak berdaya beru$aha menggapai $etiap ranting pohon yang bi$a diraihnya, lalu mematahkannya dan menaburkannya di $epanjang jalan yang mereka lalui. 

$e$ampai di dalam hutan yang $angat lebat, $i anak menurunkan ibunya dan mengucapkan kata perpi$ahan $ambil beru$aha menahan $edih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap wanita yang telah melahirkannya.

Ju$tru $i ibu yang tampak tegar. Dalam $enyumnya dia berkata, “Anakku, ibu $angat menyayangimu. $ejak kau kecil $ampai dewa$a ibu $elalu merawatmu dengan $egenap cintaku. 

Bahkan $ampai hari ini ra$a $ayangku tidak berkurang $edikit pun. Tadi ibu $udah menandai $epanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau ter$e$at, ikutilah tanda itu agar kau $elamat $ampai di rumah.

$etelah mendengar kata-kata itu $i anak menangi$ dengan $angat kera$, kemudian lang$ung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk dibawa pulang ke rumah. Pemuda itu akhirnya merawat ibu yang $angat menga$ihinya itu $ampai ibunya meninggal.


Tradisi Thalaikoothal India


Tradisi Thalaikoothal India

$ahabat Facebook kata lain untuk menggantikan kata ‘kejam’ yang ada di dunia ini terdapat di India. Barangkali anda akan bergidik mendengar bahwa di wilayah $elatan Tamil Nadu, India (khu$u$nya di Virudhunagar), terdapat tradi$i membunuh atau menghilangkan nyawa orangtua yang $udah jompo. 

Yang paling mengherankan, pembunuhan orangtua ini dilakukan oleh keluarganya $endiri (anak-anak dan kerabatnya). Praktek ini dilakukan dengan beberapa ala$an, kebanyakan adalah karena para anak menganggap orangtua mereka yang $udah renta $ebagai beban. Dan mereka menganggap hal ini bukan $uatu kejahatan. Tradi$i ini bernama Thalaikootal.

$ecara lingui$tik, thalaikootal berarti ‘$iraman’ atau ‘mandi’. Di$ebut demikian, $ebab pembunuhan dalam tradi$i ini bia$anya dengan pro$e$ mandi. Dalam pro$e$ ‘pembunuhan’ ini, bia$anya orang tua akan diberi $ejeni$ minyak mandi yang banyak di pagi hari, kemudian diberi minum air tertentu (dari air kelapa) yang akan mengakibatkannya gagal ginjal, demam tinggi, hingga akhirnya orangtua ter$ebut meninggal dunia dalam $atu atau dua hari kemudian.

Teknik lain adalah dengan melibatkan pijat khu$u$ pada bagian kepala dengan air dingin yang dapat menurunkan $uhu tubuh hingga kemudian terjadi gagal jantung. 

Metode alternatif lainnya adalah dengan mema$ukkan $u$u $api ke yang cukup banyak ke lubang hidung hingga menyebabkan ke$ulitan bernapa$ (bia$a juga di$ebut ‘milk therapy’ atau terapi $u$u). Atau cara yang lebih ek$trim adalah dengan pemberian racun!

$aat ini, thalaikoothal $udah dinyatakan $ebagai praktek ilegal di India. Kendati demikian, $ebagian ma$yarakat tetap $aja melakukannya, $ebab hal ini $udah menjadi budaya turun temurun dan diterima $ecara $o$ial oleh ma$yarakat $etempat. 

Sahabat facebook $edihnya lagi $angat jarang ada pengaduan ke poli$i ketika terjadi praktek ini. Baca $elengkapnya tentang ritual Thaikoothal di$ini

Kami $ampai menitikan airmata dalam merampungkan artikel tradi$i paling durhaka di dunia ini. Yang ada dalam benak kami adalah orang tua yang telah membe$arkan kita haru$nya dihormati dan dicintai melebihi apa yang anda mencintai atau $e$uatu yang anda $angat $ukai. 

Mereka telah melewati kera$nya dunia demi mendidik dan membe$arkan kita. $aat mereka $udah tua Berbaliklah! $ayangi dan cintai mereka diakhir hayatnya $ebelum $emuanya terlambat.